Efisiensi Tata Niaga Salah Satu Kunci Peningkatan Pendapatan Petani


Tata niaga merupakan salah satu permasalahan klasik yang dihadapi dunia bisnis pertanian. Hal ini leih disebabkan oleh sifat dan karakteristik dari komoditi pertanian yang kurang mempunyai daya tahan terhadap waktu.  Oleh karena peningkatan efisiensi pemasaran menjadi titik lemah dalam upaya meningkatakan pendapatan petani.  Tidak terkecuali untuk kasus rantai pemasaran pada komoditi gabah (padi).

Produksi Padi merupakan salah satu produk dominan hasil pertanian di Cijati. Dengan  melihat potensi hasil hasil produksi pertanian tanaman pagan khususnya (padi) maka Kec.Cijati merupakan salah satu kecamatan di Cianjur Selatan yang mempunyau potensi produksi gabah yang cukup besar.Dengan luas lahan sawah 1492,3 ha capaian pada Tahun 2010 produksi gabah mencapai 17.395 ton GKG. Namun aspek tata niaga menjadi permasalahan lain, dalam upaya menciptakan kesejhateraan petani. Mengingat peningkatan produksi tidak linier dengan peningkatan pendapatan petani.  Salah satu faktor penyebabnya adalah aspek tata niaga yang tidak berpihak kepada petani.  Sejauh ini petani tidak mempunyai akses yang leluasa untuk menjual hasil gabah ke konsumen langsung.  Dalam posisi ini peran tengkulak cukup besar dalam memainkan rantai pemasaran. Selain itu margin keuntungan pemasaran gabah pembagiannya tidak proporsional alias tidak adil.  petani harus menunggu paling tidak 110 – 120 hari untuk mendapatkan keuntungan hasil penjualan gabah. sedangkan tengkulak cukup dalam hitungan hari untuk memperoleh keuntungan dalam sistem pemasaran gabah tersebut.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: