NILAI TUKAR PETANI (NTP)


I.Konsep dan Definisi

Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsepsional NTP adalah pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian.

Secara umum NTP menghasilkan 3 pengertian :

  • NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar.
  • NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar.
  • NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar.
  1. Indeks harga yang diterima petani (IT) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga    produsen atas hasil produksi petani.
  2. Indeks harga yang dibayar petani (IB) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani, baik kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian.
  3. Petani yang dimaksud disini adalah orang yang mengusahakan usaha pertanian (tanaman bahan makanan dan tanaman perkebunan rakyat) atas resiko sendiri dengan tujuan untuk dijual, baik sebagai petani pemilik maupun petani penggarap (sewa/kontrak/bagi hasil). Orang yang bekerja di sawah/ladang orang lain   dengan mengharapkan upah (buruh tani) bukan termasuk petani.
  4. Harga yang diterima petani adalah rata-rata harga produsen dari hasil produksi petani sebelum
    ditambahkan biaya transportasi/pengangkutan dan biaya pengepakan ke dalam harga penjualannya atau disebut farm gate (harga di sawah/ladang setelah pemetikan). Pengertian harga rata-rata adalah harga    yang bila dikalikan dengan volume penjualan petani akan mencerminkan total uang yang diterima petani tersebut. Data harga tersebut dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan petani produsen.
  5. Harga yang dibayar petani adalah rata-rata harga eceran barang/jasa yang dikonsumsi atau dibeli petani, baik untuk memenuhi kebutuhan rumahtangganya sendiri maupun untuk keperluan biaya produksi pertanian. Data harga barang untuk keperluan produksi pertanian dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan petani, sedangkan harga barang/jasa untuk keperluan konsumsi rumah tangga dicatat dari hasil wawancara langsung dengan pedagang atau penjual jasa di pasar terpilih.
  6. Pasar adalah tempat dimana terjadi transaksi antara penjual dengan pembeli atau tempat yang biasanya terdapat penawaran dan permintaan. Pada kecamatan yang sudah terpilih sebagai sampel, pasar yang dicatat haruslah pasar yang mewakili dengan syarat antara lain : paling besar, banyak pembeli dan penjual jenis barang yang diperjualbelikan cukup banyak dan terjamin kelangsungan pencatatan harganya serta terletak di desa rural.
  7. Harga eceran pedesaan adalah harga transaksi antara penjual dan pembeli secara eceran di pasar setempat untuk tiap jenis barang yang dibeli dengan tujuan untuk dikonsumsi sendiri dan bukan untuk dijual kepada pihak lain. Harga yang dicatat adalah harga modus (yang terbanyak muncul) atau harga rata-rata biasa dari beberapa pedagang/penjual yang memberikan datanya.

 

II.Cara Pengumpulan Data

Pusdatin memperoleh data NTP dari publikasi BPS Pusat yaitu Buletin Ringkas dan Buletin Indikator    Ekonomi yang diterbitkan setiap bulan. Klasifikasi indeks yang tercakup dalam publikasi tersebut adalah :

1.Indeks harga yang diterima petani (IT) terdiri dari :

a)      Indeks sektor tanaman bahan makanan (TBM) :

  • Indeks kelompok padi
  • Indeks kelompok palawija
  • Indeks kelompok sayur-sayuran
  • Indeks kelompok buah-buahan

b)      Indeks sektor tanaman perkebunan rakyat (TPR) :

  •  Indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat

2.Indeks harga yang dibayar petani (IB) terdiri dari :

a)      Indeks sektor konsumsi rumah tangga (KRT) :

  • Indeks kelompok makanan
  • Indeks kelompok perumahan
  • Indeks kelompok pakaian
  • Indeks kelompok aneka barang dan jasa

b)      Indeks sektor biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) :

  • Indeks kelompok non faktor produksi
  • Indeks kelompok upah
  • Indeks kelompok lainnya
  • Indeks kelompok penambahan barang modal

        Tabel. Nilai Tukar Petani Nasional (2007=100), September-Oktober 2011

No

rincian

2011

Perbandingan

Sept 

Okt

Okt thd Sept ’11 

1

Indeks Diterima Petani

140,71

141,37

0,47

2

Indeks Dibayar Petani

133,80

133,99

0,14

3

Konsumsi Rumah Tangga

136,74

136,91

0,13

4

Bahan Makanan

143,10

143,20

0,07

5

Makanan Jadi

134,66

134,95

0,21

6

Perumahan

137,71

138,04

0,24

7

Sandang

133,75

133,97

0,16

8

Kesehatan

124,93

125,26

0,27

9

Pendidikan, Rekreasi & Olah raga

122,64

122,71

0,06

10

Transportasi dan Komunikasi

113,78

113,82

0,04

11

BPPBM

125,06

125,29

0,18

12

Bibit

126,23

126,53

0,23

13

Obat-obatan & Pupuk

124,72

124,92

0,16

14

Transportasi

121,49

121,61

0,10

15

Sewa Lahan, Pajak & Lainnya

121,48

121,68

0,16

16

Penambahan Barang Modal

127,77

128,04

0,21

17

Upah Buruh Tani

124,78

124,99

0,17

18

Nilai Tukar Petani

105,17

105,51

0,33

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: