Potret Status dan Informasi Air di Kabupaten Cianjur


1. Kondisi (State) Terhadap Kondisi Air
IMG_5957Di Kabupaten Cianjur terdapat banyak sungai yang terbagi ke dalam dua bagian Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni DAS Citarum dan DAS Cibuni-Cilaki. Sungai Citarum merupakan sungai utama yang mengalir ke bagian Utara dengan beberapa anak sungainya di Kabupaten Cianjur antara lain Sungai Cibebet, Sungai Cikundul, Sungai Cibalagung dan Sungai Cisokan. Sungai Citarum melintasi beberapa kecamatan mulai dari kecamatan Bojongpicung yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat sampai dengan Kecamatan Cikalongkulon yang berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta. Di beberapa daerah, air mengalir sepanjang tahun karena curah hujan cukup tinggi, sehingga pada musim kemarau tidak terlihat adanya kekeringan. Sungai-sungai yang mengalir mempunyai pola dendritik.

Di wilayah Kabupaten Cianjur terdapat Waduk Cirata yang membendung Sungai Citarum. Waduk dengan luas genangan mencapai 6.400 Ha ini mampu mengaliri kawasan persawahan di wilayah Kabupaten Cianjur seluas 3.400 hektar. Waduk ini juga merupakan sumber air permukaan/penampung air yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas sekitar 550 MW jam/tahun serta pengembangan budidaya perikanan darat dan pariwisata.

Zona mata air di Kabupaten Cianjur umumnya berada pada ketinggian sekitar 400 – 1.000 mdpl. Zona mata air yang sangat vital atau berpotensi terutama terdapat pada lereng bagian Timur Gunung Gede. Sebagian besar resapan air hujan yang ditampung oleh Gunung Wayang bagian Barat, Gunung Sembul dan Gunung Simpang bagian selayan, Gunung Kuda bagian selatan dan lereng-lereng bukit bagian selatan, serta dataran tinggi Sukanagara – Campaka menimbulkan sejumlah zona mata air yang sebagian bersifat permanen dan semi permanen mata air musiman.

Secara umum, kondisi kualitas air sungai di Kabupaten Cianjur belum mengalami pencemaran berat karena tidak adanya industri dengan skala besar. Namun tidak sedikit sungai yang telah tercemar limbah domestik dari rumah tangga. Hal ini dapat dilihat dari indikator bakteri E. Coli di berbagai sungai di wilayah Cianjur utara, tengah, maupun selatan.

Pada tahun 2006 telah dilakukan penelitian mengenai kualitas air sungai oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung. Sungai-sungai yang dijadikan objek penelitian berada di wilayah utara, tengah, dan selatan Kabupaten Cianjur. Berikut hasil pengujian sampel air sungai.

Banjir besar terakhir terjadi pada tahun 2004 di Cidaun dan beberapa lokasi di wilayah Cianjur Selatan karena luapan air sungai Cidaun dan sungai Cidamar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kadangkala banjir terjadi karena adanya tanah longsor yang memang sering terjadi di Cianjur Selatan. Longsoran tanah menutup aliran sungai sehingga air tersumbat dan meluap.

Penurunan kualitas dan kuantitas air dapat berdampak pada keanekaragaman hayati di Kabupaten Cianjur. Air merupakan kebutuhan primer makhluk hidup. Jika kondisi air buruk, maka kehidupan alam, terutama biota perairan akan terancam. Apabila kehidupan perairan terganggu, maka sektor perikanan di darat maupun laut juga akan terganggu. Hal ini dapat berarti menurunnya hasil tangkapan maupun kualitas hasil tangkapan. Selain itu, kesejahteraan masyarakat, terutama kesehatan juga dapat terganggu akibat penurunan kualitas dan kuantitas air bersih.

2. Pressure (Tekanan) Terhadap Kondisi Air
Potensi sumberdaya air yang tergolong besar di Kabupaten Cianjur sudah seharusnya dapat dijaga dari pencemaran maupun kekeringan. Namun beberapa faktor menyebabkan beberapa sumber air yang ada telah mengalami kekeringan dan pencemaran. Faktor-faktor tersebut merupakan tekanan dari aktivitas manusia, antara lain eksploitasi lahan dan hutan, konversi lahan untuk berbagai kegiatan, industri manufaktur, pariwisata, pertambangan, perilaku manusia, pertambahan penduduk, dan keterbatasan anggaran untuk merehabilitasi kerusakan yang ada.

Seiring dengan berkembangnya aktivitas masyarakat Kabupaten Cianjur, maka semakin besar pula potensi pencemaran yang mungkin terjadi di sungai-sungai di Kabupaten Cianjur. Sumber pencemar air sungai dapat berasal dari kegiatan industri, rumah tangga (domestik), pertanian, maupun peternakan. Implikasi dari penurunan kualitas air sungai di Kabupaten Cianjur adalah menurunnya tingkat kesehatan masyarakat karena air sungai tersebut masih digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas rumah tangga.

Faktor-faktor yang terkait dengan perubahan kondisi air di Kabupaten Cianjur antara lain lahan dan hutan, konversi lahan untuk berbagai kegiatan, industri manufaktur, pariwisata, pertambangan, pertambahan penduduk, dan perikanan.

Menurut data dari Dinas Perhutanan dan Konservasi Tanah Kabupaten Cianjur, luas lahan kritis di Kabupaten Cianjur cenderung berkurang sepanjang tahun 2006 karena telah berjalannya program penghijauan di beberapa kabupaten. Hal ini merupakan kondisi yang baik karena berkurangnya lahan kritis dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah di wilayah tersebut. Namun menurut Perum Perhutani KPH Cianjur, luas hutan produksi terus mengalami penurunan yang sebagian besar disebabkan karena perusakan dengan laju perusakan sebesar 1,9% pertahun. Jika dibiarkan terus menerus maka hutan di Kabupaten Cianjur akan berkurang secara signifikan dan berpengaruh terhadap kualitas air tanah maupun air permukaan karena hutan merupakan “tempat penampungan” air tanah.

Selain itu, penurunan kondisi air di Kabupaten Cianjur juga dipengaruhi oleh sektor pariwisata. Seperti yang kita ketahui, kawasan Cipanas-Pacet di Cianjur utara merupakan kawasan yang memiliki potensi wisata sangat besar. Keindahan alam dan udaranya yang sejuk merupakan daya tarik kawasan tersebut. Oleh karena itu tidak heran jika di kawasan Cianjur-Pacet banyak bermunculan hotel maupun villa dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya. Keberadaan hotel dan villa tersebut sedikit banyak telah mempengaruhi kondisi air di kawasan ini. Kegiatan ini memerlukan pasokan air dalam jumlah besar yang diambil dari aliran sungai Cikundul maupun dari dalam tanah. Selain itu, limbah domestik yang dihasilkan juga turut mencemari air sungai. Apalagi pembangunan hotel dan villa tersebut dilakukan di kawasan resapan air, sehingga akan mempengaruhi kuantitas air.

Penyebab menurunnya kondisi air lainnya adalah perkembangan jumlah penduduk yang cukup besar. Saat ini, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cianjur mencapai 2,6% per tahunnya. Air bersih merupakan kebutuhan primer sehingga meningkatnya jumlah penduduk berbanding lurus terhadap peningkatan kebutuhan air bersih masyarakat. Eksploitasi air tanah secara besar-besaran dan terus menerus dapat menurunkan tinggi permukaan air tanah dan menyebabkan kekeringan. Pertumbuhan penduduk yang tinggi kadangkala disertai dengan kebutuhan akan air bersih dan lahan untuk tempat tinggal. Keterbatasan lahan menjadi salah saatu penyebab mengapa masyarakat mendirikan bangunan di sepanjang sempadan sungai. Hal ini tentu saja mengganggu ekosistem sungai dan dapat menimbulkan pencemaran air sungai karena limbah domestik yang langsung dibuang ke sungai.

Kegiatan perikanan yang terdapat di waduk Cirata secara tidak langsung pun dapat mempengaruhi kualitas air di Kabupaten Cianjur maupun sekitarnya. Hal ini terjadi akibat penggunaan pakan ikan yang berlebihan. Penggunaan pakan ikan yang berlebihan dapat menghasilkan endapan/sedimentasi dan meningkatkan kandungan terlarut dalam air sehingga mencemari lingkungan. Data empiris memang belum ada, namun gejala-gejala tersebut lambat laun mulai terlihat. Endapan makanan ikan ini pada akhirnya akan meningkatkan kesuburan air sehingga tumbuhan air seperti eceng gondok tumbuh mengalami pertumbuhan pesat. Apabila pertumbuhan eceng gondok meningkat tak terkendali, dampak berikutnya adalah menurunnya kadar oksigen dalam air.

Tabel Kondisi Sungai

NO NAMA SUNGAI KECAMATAN KETERANGAN
1 Cijoho Warungkondang Terjadi pencemaran sedang dari limbah domestik dan pertanian
2 Cikondang Cibeber Terjadi pencemaran sedang dari limbah domestik karena guna lahan di sekitarnya berupa permukiman padat
3 Cisokan Hilir Ciranjang Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan
4 Cilaku Sukaluyu Terjadi pencemaran sedang karena terdapat pabrik karet
5 Cikondang Bojongpicung Terjadi pencemaran sedang yang terjadi akibat limbah domestik
6 Cibalagung Mande Terjadi pencemaran ringan
7 Cijedil Cugenang Terjadi pencemaran ringan dari limbah domestik
8 Cikundul Hilir Cikalongkulon Terjadi pencemaran ringan dari limbah domestik
9 Cibalapulang Sukanagara Terjadi pencemaran ringan dari limbah domestik
10 Cijampang Pagelaran Terjadi pencemaran ringan dari limbah domestik
11 Cibuni Tanggeung Terjadi pencemaran berat karena di sekitar aliran sungai terdapat pabrik sagu
12 Cisadea Hilir Sindangbarang Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan
13 Cidamar Cidaun Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan
14 Cikadu Cibinong Terjadi pencemaran sangat berat dai pabrik tapioka yang langsung membuang limbah ke sungai
15 Cikundul Hulu Cipanas Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan
16 Cipandak Naringgul Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan
17 Cisokan Leles Air masih aman secara kualitatif, bisa digunakan sebagai sumber baku air minum melalui pengolahan

 

Tabel Luas Lahan Kritis

 

No Lokasi Luas (Ha)
1 Agrabinta 904
2 Sindangbarang 1
3 Cidaun 1
4 Naringgul 1
5 Cibinong 2
6 Tanggeung 228
7 Kadupandak 939
8 Pagelaran 298
9 Sukanagara 208
10 Takokak 537
11 Campaka 49
12 Cibeber 165
13 Warungkondang 104
14 Cilaku 0
15 Sukaluyu 0
16 Bojongpicung 110
17 Ciranjang 125
18 Mande 95
19 Karangtengah 0
20 Cianjur 20
21 Cugenang 145
22 Pacet 245
23 Sukaresmi 225
24 Cikalongkulon 474
25 Cikadu 3
26 Campakamulya 32
27 Leles 986
28 Cijati 364
29 Cipanas 222
30 Gekbrong 88

Copyright © Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur
Jl. Raya Bandung Km. 2 Karang Tengah – Cianjur

http://slhd.cianjurkab.go.id

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: